Sabtu, 11 Desember 2010

Generasi Muda Perbatasan

Entikong .......? Siapa yang tidak mengenal Entikong ? Baiklah jika ada yang belum kenal dengan Entikong, akan saya jabarkan secara singkat tentang Entikong. Jika akan di sebut Kota Entikong, sepertinya masih belum pantas karena sarana dan prasarananya masih jauh tertinggal dari daerah perkotaan. Entikong adalah sebuah Kecamatan yang berbatasan darat langsung dengan Negara tetangga Malaysia, tepatnya daerah Tebedu. Pada jaman dahulu masyarakat di daerah perbatasan selalu keluar masuk ke Malaysia dengan menggunakan jalan tikus, sekadar untuk mencari nafkah ke Negeri seberang. Setelah dibangunnya gerbang perbatasan masyarakat sudah mulai menggunakan Pas Lintas Batas (PLB) atau Pasport utnuk keluar masuk. Sehingga sekarang penduduk yang tinggal di Entikong boleh dikatakan Multietnis, berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia semuanya ada yang tinggal/menetap di Entikong, baik hanya sekadar menumpang ataupun sudah menjadi penduduk tetap. Tetapi hal itu terkadang menciptakan suatu kecemburuan sosial bagi penduduk asli, karena dulunya masyarakat di Entikong/perbatasan  mengantungkan hidup dengan bekerja di Perbatasan, baik sebagai buruh pikul maupun pekerjaan lainnya, tetapi sekarang dengan semakin terkenalnya nama Entikong sehingga berbondong - bondong masyarakat dari luar datang untuk mencari nafkah di Entikong, pada prinsipnya itu tidaklah salah, karena kita bebas untuk tinggal dimana saja di wilayah NKRI, tetapi masyarakat pendatang terkadang tidak memperhatikan / menghargai penduduk asli. Sampai sekarang peluang / lapangan kerja untuk penduduk asli sangat minim sekali, kadang - kadang lowongan pekerjaan di kantor / Instansi pemerintah semuanya di dominasi orang dari luar yang mengatasnamakan penduduk asli. Semoga hal semacam itu tidak terus berlanjut, karena kita takut itu akan menjadi bom waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar