Rabu, 29 Maret 2017

Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus

Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

SOSOK YANG TEGAK DI ATAS BATU BESAR DI TENGAH SUNGAI BUKAN LAIN ADALAH LA TANDAI ALIAS HANTU BARA KALIATUS. SEPASANG MATANYA MASING-MASING MEMILKI DUA BOLA MATA BERWARNA MERAH SEPERTI BARA MENYALA MENATAP ANGKER KE ARAH LAKASIPO. SAAT ITU LAKASIPO MASIH DUDUK DI ATAS PUNGGUNG LAEKAKIENAM KUDA TUNGGANGANNYA YANG BERKAKI ENAM. SEMENTARA WIRO, NAGA KUNING DAN SETAN NGOMPOL MASIH BERADA DALAM GENGGAMAN TANGANNYA, BELUM SEMPAT DIMASUKKANKE DALAM KOCEK JERAMI. "MAKHLUK APA ITU GERANGAN...." KATA NAGA KUNING. "KEPALANYA SEPERTI PENDUPAAN! ADA BARA MENYALA!" "LIHAT MATANYA!" NAGA KUNING BERUCAP. "SETIAP MATA ADA DUA BOLA MATA!" "YA, AKU JUGA SUDAH MELIHAT. JANGAN-JANGAN MAKHLUK INI PUNYA EMPAT BIJI DI KANTONG MENYANNYA!" KATA WIRO PULA SAMBIL TERTAWA CEKIKIKAN. "KALIAN JANGAN BERGURAU SAJA!" MEMBENTAK SETAN NGOMPOL. "AKU PUNYA FIRASAT BAHAYA BESAR MENGANCAM LAKASIPO. BERARTI MENGANCAM KITA BERTIGA!"



1SANG SURYA MASIH BELUM memperlih
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 20 Maret 2017

Surat Dari Ibu

Surat Dari Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wahai anakku,

Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara? Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka?

Wahai anakku!

Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku? 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi?


... baca selengkapnya di Surat Dari Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 10 Maret 2017

Sekuntum Bunga Kamboja

Sekuntum Bunga Kamboja Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mengayuh sepeda tua berpuluh-puluh mil jauhnya, bersandar di bahu angin jalanan yang panas, berkelok-kelok medan terjal dan sekarung beras mengiringi kayuhan sepeda tuanya.

Pagi buta menyambar keriputnya kulit bapak hari itu, seolah tak heran dengan kebiasaannya membangunkanku dengan ketukan pintu pada pukul 3 pagi, inilah rutinitas keluarga kami pada saat fajar menjemput. Ya, mencari batu kali yang tak seberapa untuk menambal beban hidup.

Angin semilir menusuk ragaku yang masih ngantuk mengharuskanku untuk pegi ke kali mencari batu untuk di jual, ini sebenarnya pekerjaan selingan bapak disamping ngebecak, tapi bapak kali ini sedang tak enak badan dan harus mengantarkan batu yang sudah di kumpulkan ke kota untuk di jual sembari menarik becak, kebetulan mbak mus tetangga kami juga hendak ke kota jadi bapak sudah bawa penumpang dari rumah, ‘setidaknya pagi-pagi sudah bawa rejeki’ ucap bapak. Bergelut dengan keadaan mengharuskanku untuk tetap tegar, melihat bapak yang sudah tidak muda lagi harus menanggung ini semua tanpa ibu berada di sisi kami. Tanpa keluhan yang mendalam bapak rela menjalani ini semua demi kebahagiaan anak-anaknya.

“kuliahmu ba
... baca selengkapnya di Sekuntum Bunga Kamboja Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 26 Februari 2017

Saat Berada di Puncak Kesuksesan

Saat Berada di Puncak Kesuksesan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada zaman kerajaan-kerajaan di Cina, sejarah kekuasaan sering diwarnai dengan kekejaman demi kekejaman. Ini juga tidak jauh berbeda dengan sejarah kerajaan di Nusantara yang dipenuhi konflik dan intrik antar pemegang kekuasaan. Kemenangan dan kekuasaan sering dipakai untuk melampiaskan dendam yang begitu keji. Dan sudah pasti, membalas dendam selalu berarti menciptakan dendam-dendam baru yang tak berkesudahan. Untuk kesekian kalinya, kita harus ingat bahwa kekerasan akan melahirkan kekerasan baru. Pelampiasan dendam akan memunculkan dendam baru yang tak kalah keji.

Mungkin sudah menjadi sifat manusia yang gampang sekali mabuk kekuasaan. Mengalahkan atau menaklukkan musuh dianggap sebagai pintu untuk berbuat apa saja, sekehendak hati dan tanpa mengenal batas. Sekalipun perbuatan tersebut telah melanggar batas-batas moral dan perikemanusiaan. Titah penguasa di puncak kekuasaan tak bisa dibantah oleh siapa pun, sekalipun bantahan itu mengandung kebenaran. Kita, seharusnya bisa mengambil hikmah dari sejarah kelam masa silam ini.

Dalam kehidupan nyata kita dapati yang namanya kesuksesan, nama besar, popularitas, atau kekay
... baca selengkapnya di Saat Berada di Puncak Kesuksesan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 14 Desember 2010

" NASIB GURU HONOR "

Sampai sekarang Indonesia masih kekurangan guru, terutama di daerah terpencil dan perbatasan, mungkin sekarang jumlah guru honor dengan yang PNS sudah sama banyaknya, kita sering mendengar di media cetak maupun elektronik mengatakan bahwa kita kekurangan guru, apakah itu semuanya benar ? saya rasa belum tentu, karena sampai sekarang guru - guru honor terutama di daerah perbatasan seperti di Entikong jumlahnya sangat banyak sekali, mengapa untuk memberikan tunjangan kepada guru honor pemerintah mampu, tapi kenapa untuk mengangkat guru honor menjadi PNS tidak mampu, kalau di pikir tunjangan untuk guru honor selama 1 tahun mencapai puluhan juta per orang, kalau di hitung - hitung tunjangan tersebut dapat digunakan untuk membayar gaji guru setiap bulannya jika dia menjadi PNS.Kalau kita bayangkan setiap bulannya gaji yang diterima oleh guru honor hanya sebesar RP. 300.000,-. Cukup untuk apa uang sebesar itu pada jaman sekarang, jika dibandingkan dengan apa yang telah mereka lakukan demi untuk mencerdaskan anak - anak bangsa ? berat memang, tapi itu sudah menjadi profesi dan merupakan tanggungjawab moral yang harus diemban. Setiap tahun pemerintah membuka lowongan untuk menjadi CPNS di setiap Provinsi, tetapi formasi yang diperlukan selalu dibawah harapan, kadang - kadang sebelum mendaftar sudah harus mundur teratur, terpaksa menunggu 1 tahun lagi, tetapi setiap tahunnya selalu sama seperti itu, akhirnya umur pun sudah melewati batas yang telah di tentukan, dan terpaksa menunggu Data Base, itu pun untung - untungan kalau bisa masuk, tidak dapat masuk data base akhirnya menjadi guru honor seumur hidup.......dengan gaji yang sangat kekurangan.Semoga untuk kedepannya ada perhatian dari pemerintah terhadap guru - guru honor, bukan hanya memikirkan tunjangannya saja tapi memikirkan masa depannya. 

Sabtu, 11 Desember 2010

Generasi Muda Perbatasan

Entikong .......? Siapa yang tidak mengenal Entikong ? Baiklah jika ada yang belum kenal dengan Entikong, akan saya jabarkan secara singkat tentang Entikong. Jika akan di sebut Kota Entikong, sepertinya masih belum pantas karena sarana dan prasarananya masih jauh tertinggal dari daerah perkotaan. Entikong adalah sebuah Kecamatan yang berbatasan darat langsung dengan Negara tetangga Malaysia, tepatnya daerah Tebedu. Pada jaman dahulu masyarakat di daerah perbatasan selalu keluar masuk ke Malaysia dengan menggunakan jalan tikus, sekadar untuk mencari nafkah ke Negeri seberang. Setelah dibangunnya gerbang perbatasan masyarakat sudah mulai menggunakan Pas Lintas Batas (PLB) atau Pasport utnuk keluar masuk. Sehingga sekarang penduduk yang tinggal di Entikong boleh dikatakan Multietnis, berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia semuanya ada yang tinggal/menetap di Entikong, baik hanya sekadar menumpang ataupun sudah menjadi penduduk tetap. Tetapi hal itu terkadang menciptakan suatu kecemburuan sosial bagi penduduk asli, karena dulunya masyarakat di Entikong/perbatasan  mengantungkan hidup dengan bekerja di Perbatasan, baik sebagai buruh pikul maupun pekerjaan lainnya, tetapi sekarang dengan semakin terkenalnya nama Entikong sehingga berbondong - bondong masyarakat dari luar datang untuk mencari nafkah di Entikong, pada prinsipnya itu tidaklah salah, karena kita bebas untuk tinggal dimana saja di wilayah NKRI, tetapi masyarakat pendatang terkadang tidak memperhatikan / menghargai penduduk asli. Sampai sekarang peluang / lapangan kerja untuk penduduk asli sangat minim sekali, kadang - kadang lowongan pekerjaan di kantor / Instansi pemerintah semuanya di dominasi orang dari luar yang mengatasnamakan penduduk asli. Semoga hal semacam itu tidak terus berlanjut, karena kita takut itu akan menjadi bom waktu.